Warudoyong, (Humas Kota Sukabumi)
MAN 2 Kota Sukabumi memperkenalkan terobosan baru dalam dunia pendidikan melalui pendekatan inovatif dalam pembelajaran biologi. Adhi Prasetyo, S.Si., guru biologi, berhasil memadukan metode Content and Language Integrated Learning (CLIL) dengan pendekatan Deep Learning untuk mengajarkan materi virus kepada siswa kelas X-9. Pendekatan ini tidak hanya memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep biologi, tetapi juga meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris dan kemampuan berpikir kritis mereka.
Pembelajaran ini berlangsung di ruang kelas X-9 pada Rabu (13/8/2025). Dalam suasana yang penuh antusiasme, siswa mengikuti penjelasan tentang karakteristik virus, siklus hidup, serta peranannya dalam ekosistem dan kesehatan manusia. Materi disampaikan dalam bahasa Inggris, diikuti dengan diskusi mendalam yang mendorong siswa untuk menganalisis secara kritis dan menghubungkan konsep dengan fenomena dunia nyata.
“Metode CLIL memungkinkan siswa memahami sains dalam bahasa Inggris, mempersiapkan mereka untuk bersaing di tingkat global. Sementara itu, Deep Learning membantu mereka berpikir lebih analitis dan terstruktur, sehingga tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami,” ujar Adhi Prasetyo.
Salah seorang siswa, Muhammad Giyast, berbagi pengalamannya.
“Awalnya sulit memahami istilah biologi dalam bahasa Inggris, tapi lama-kelamaan jadi menyenangkan. Kami belajar mencari arti, berdiskusi, dan memahami konsep lebih dalam. Rasanya seperti belajar di kelas internasional,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Kota Sukabumi, Hj. Raden Andriani Lestari, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini.
“Kami terus mendorong guru untuk mengembangkan metode kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga siswa tidak hanya menguasai kurikulum, tetapi juga siap menghadapi tantangan global,” katanya.
Pembelajaran ini juga melibatkan aktivitas kelompok, di mana siswa menganalisis studi kasus dan data penelitian tentang virus. Mereka diminta mempresentasikan hasil diskusi dalam bahasa Indonesia dan Inggris, yang secara signifikan mengasah keterampilan komunikasi ilmiah mereka.
Keberhasilan pendekatan ini mendorong MAN 2 Kota Sukabumi untuk berencana menerapkan metode serupa pada mata pelajaran lain. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan inspiratif dapat membentuk generasi yang berpengetahuan luas, mahir berbahasa asing, dan siap bersaing di kancah internasional.
Kontributor : Paden/Ardiansyah