IRMA MAN 2 Kota Sukabumi Perkuat Pemahaman Fiqih Lewat Kajian Kitab Safinatun Naja
Warudoyong (Humas Kota Sukabumi)
Ikatan Remaja Masjid (IRMA) MAN 2 Kota Sukabumi melaksanakan kajian fiqih dengan rujukan utama kitab Safinatun Naja karya Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami, Kamis (04/09) di Masjid Aisyah Ummul Mukminin. Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan ibadah salat dan diikuti para siswa usai kegiatan belajar mengajar.
Pendekatan kajian dilakukan secara kontekstual, sehingga siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah n+?.
“Belajar fiqih harus aplikatif, karena inti dari ilmu itu adalah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pembina IRMA, Ardiansyah Rizki Fauji, S.Pd.
Ardiansyah memandu jalannya kajian secara talaqqi. Para siswa membaca teks Arab per kalimat, kemudian menerjemahkan melalui mufrodat dasar.
“Metode ini bukan hanya memperkuat pemahaman fiqih, tetapi juga meningkatkan literasi bahasa Arab, sehingga siswa bisa mendalami teks klasik secara otentik,” jelasnya.
Selain itu, ia menerapkan metode irtibat dengan mengaitkan isi Safinatun Naja dengan kitab pendukung seperti Sulamul Munajat dan Fathul Mu’in.
“Dengan cara ini, siswa bisa melihat kesinambungan tradisi keilmuan Islam sekaligus memiliki kerangka pemahaman yang lebih luas,” tambah Ardiansyah.
Diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para siswa aktif bertanya mengenai aspek teknis ibadah maupun perbedaan pendapat dalam tata cara salat.
“Kami senang siswa kritis, karena fiqih memang hidup dalam dialektika. Inilah yang membuat kajian lebih relevan dengan kehidupan sosial keagamaan,” ungkapnya.
Sebagai penguatan, kegiatan ditutup dengan praktik salat berjamaah. Setiap gerakan dan bacaan diperhatikan secara detail.
“Pemahaman fiqih tidak boleh berhenti di teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata ibadah,” tegas Ardiansyah.
Salah satu peserta, Muhammad Juan Yahya, mengaku mendapat manfaat besar.
“Saya jadi lebih paham tata cara salat yang benar. Metode talaqqi dan praktik langsung membuat saya lebih semangat, karena bisa berdialog sekaligus merasakan manfaat nyata,” ucap siswa kelas XI itu.
Melalui kajian ini, IRMA MAN 2 Kota Sukabumi meneguhkan perannya sebagai penggerak religiusitas siswa.
“Kajian kitab kuning seperti Safinatun Naja bukan sekadar belajar teks, tapi sarana menanamkan akhlak, membangun kesadaran beribadah, dan menguatkan karakter religius,” pungkas Ardiansyah.
Kontributor: Ardiansyah / Paden
Repost/Sumber : https://jabar.kemenag.go.id/daerah/irma-man-2-kota-sukabumi-perkuat-pemahaman-fiqih-lewat-kajian-kitab-safinatun-naja-sEoNKi
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Pesan (Leave a Reply)
Artikel Populer
Hari kemerdekaan ke 78
ASESMEN MADRASAH
OSN-K 2023
KEGIATAN RAMADHAN
MATSAMA
Pojok Kepala Madrasah
Inspiratif
Lainnya