MAN 2 Kota Sukabumi Tangani Siswa Bermasalah Melalui Pendekatan Keagamaan
Warudoyong (Humas Kota Sukabumi)
Tim Kesiswaan MAN 2 Kota Sukabumi mengadakan kegiatan koordinasi dan evaluasi bersama tim keagamaan serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK) terkait penanganan siswa bermasalah, Sabtu (06/09/2025). Kegiatan berlangsung di ruang kesiswaan dan dipandu langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Saprudin, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Saprudin menegaskan pentingnya sinergi antarbidang dalam membina siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap masalah yang dihadapi siswa ditangani secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi akademik, tapi juga emosional dan spiritual,” ujarnya.
Turut hadir tim kesiswaan yang terdiri dari Tanzil Fairuzzabadi, S.Pd., Ismatullah, S.Pd., Siti Nurhasanah, S.Pd., dan Hilda Dewi Rahayu, S.Pd. Tim keagamaan diwakili oleh Ardiansyah Rizki Fauji, S.Pd., sementara guru BK diwakili oleh Siti Zahra Salsabila, S.Sos., serta Silvi Sulistiawati, S.Sos.
“Kolaborasi ini sangat penting agar guru tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi siswa,” kata Tanzil.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan kasus nyata yang sedang dihadapi siswa, mulai dari keterlambatan, kesulitan mengendalikan emosi, hingga penurunan motivasi belajar.
“Kami tidak ingin hanya menindak, tapi juga memahami akar masalahnya. Dari situ kita bisa membuat strategi yang lebih manusiawi,” tutur Siti Zahra.
Pendekatan keagamaan menjadi inti strategi pembinaan. Ardiansyah menjelaskan setiap pagi akan ada tilawah, doa bersama, dan mentoring singkat agar siswa terbiasa dengan nilai-nilai religius.
“Dengan cara tersebut, mereka akan lebih tenang menghadapi masalah.” Ujarnya.
Selain itu, juga dirancang bimbingan kelompok untuk siswa yang mengalami konflik sosial.
Hasil nyata dari rapat ini adalah jadwal mentoring individu untuk 12 siswa bermasalah, integrasi kegiatan keagamaan ke dalam rutinitas, serta sistem pemantauan mingguan berupa catatan perilaku dan laporan guru.
“Dengan adanya sistem monitoring, perkembangan siswa bisa terukur dan ditindaklanjuti secara cepat,” jelas Silvi.
Kegiatan koordinasi juga menjadi forum berbagi pengalaman antar guru.
“Kadang ada kasus yang sama, tapi penanganannya berbeda. Dari forum ini kita bisa belajar strategi baru yang lebih efektif,” ujar Ismatullah.
Menurutnya, evaluasi rutin akan mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius.
Saprudin menutup kegiatan dengan menekankan komitmen madrasah dalam pembinaan holistik.
“Kami tidak ingin hanya melahirkan siswa yang pintar, tapi juga berkarakter kuat, matang secara sosial, dan berakhlak mulia. Itulah tujuan utama pendidikan di MAN 2 Kota Sukabumi,” tegasnya.
Kontributor: Ardiansyah / Paden
Repost/sumber : https://jabar.kemenag.go.id/daerah/man-2-kota-sukabumi-tangani-siswa-bermasalah-melalui-pendekatan-keagamaan-ER916c
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Pesan (Leave a Reply)
Artikel Populer
Hari kemerdekaan ke 78
ASESMEN MADRASAH
OSN-K 2023
KEGIATAN RAMADHAN
MATSAMA
Pojok Kepala Madrasah
Inspiratif
Lainnya