Warudoyong, (Humas Kota Sukabumi)
Madrasah Pancawaluya, program unggulan Gubernur Jawa Barat, kini menjadi fokus utama di MAN 2 Kota Sukabumi melalui pembentukan tim khusus siswa dari kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (15/9/2025), di Perpustakaan MAN 2 Kota Sukabumi, dipandu langsung oleh Adhi Prasetyo, S.Si, selaku koordinator program.
Pembentukan tim siswa ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancawaluya yang mencakup penguatan karakter, kepedulian sosial, literasi, lingkungan sehat, serta prestasi akademik dan non-akademik. Adhi Prasetyo menekankan bahwa keterlibatan siswa secara langsung merupakan langkah nyata agar program ini tidak sekadar slogan, tetapi benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Madrasah Pancawaluya harus menjadi gerakan bersama. Oleh karena itu, tim siswa dibentuk agar program ini berkelanjutan dan mampu menjangkau seluruh lapisan civitas madrasah,” ungkap Adhi Prasetyo.
Konsep yang diusung dalam kegiatan ini adalah pembiasaan, kolaborasi, dan aksi nyata. Siswa tidak hanya diberi materi pemahaman, tetapi juga diarahkan pada praktik langsung di lapangan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menggiatkan literasi di perpustakaan, menginisiasi program sosial, serta menghadirkan kegiatan religius yang memperkuat karakter spiritual.
Langkah awal tim siswa adalah melakukan sosialisasi internal di setiap kelas mengenai esensi Madrasah Pancawaluya. Selanjutnya, mereka akan menyusun program kerja sederhana, seperti Gerakan Literasi Madrasah, Kelas Ramah Lingkungan, dan Siswa Peduli Sesama. Program ini diharapkan menjadi terobosan yang membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.
Terobosan lain yang dicanangkan adalah pemanfaatan media digital untuk menyebarkan nilai-nilai Pancawaluya. Melalui konten kreatif berupa poster, video pendek, dan tulisan siswa, pesan-pesan positif diharapkan lebih mudah diterima oleh warga madrasah maupun masyarakat luas.
“Saya rasa Pancawaluya bisa membuat kami lebih terarah. Tidak hanya belajar di kelas, tapi juga bagaimana membentuk karakter, peduli sekitar, dan berani membuat perubahan kecil,” ujar Gea, salah seorang siswa.
“Dengan adanya program ini, kami jadi punya wadah untuk berkarya dan menunjukkan bahwa siswa juga bisa menjadi penggerak madrasah. Semoga langkah kecil kami bisa memberi manfaat besar untuk semua,” tambah Cahaya Putri.
Dengan berbagai langkah tersebut, MAN 2 Kota Sukabumi berharap tim siswa dapat menjadi motor penggerak transformasi nilai-nilai Pancawaluya. Sinergi antara guru, siswa, dan alumni diyakini mampu memperkuat jati diri madrasah sebagai pusat pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Kontributor : Ardiansyah/Paden
Repost/sumber : https://jabar.kemenag.go.id/daerah/tim-siswa-man-2-kota-sukabumi-dorong-transformasi-nilai-pancawaluya-0HB5qj