Selamat Datang di Halaman Resmi MAN 2 Kota Sukabumi, Jawa Barat

Jl. Palasari No 14 Kelurahan. Sukakarya Kecamatan. Warudoyong Kota Sukabumi

Motto : MANDASI BERSINAR. Bersih, Indah dan Pintar

MAN 2 Kota Sukabumi Ambil Bagian dalam MQK Nasional Online Pondok Pesantren Al Minhaj

Senin, 25 Mei 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 10 Kali

Warudoyong (KEMENAG)

Kemampuan membaca dan memahami kitab kuning terus menjadi salah satu kompetensi yang dikembangkan di lingkungan madrasah. Hal tersebut tampak dari partisipasi siswa MAN 2 Kota Sukabumi dalam kegiatan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Fiqih Nasional Online Kitab Safinatun Najah yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al Minhaj Jawa Timur dalam rangka Milad ke-62.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (17/05/2026) tersebut berlangsung secara virtual melalui platform Zoom dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi ini, peserta mengikuti rangkaian tes membaca kitab kuning, mulai dari kemampuan membaca teks Arab tanpa harakat, memahami isi kitab, hingga menjelaskan materi fikih yang terdapat dalam kitab Safinatun Najah.

Meski dilaksanakan secara daring, pelaksanaan lomba tetap berlangsung tertib dan penuh kesungguhan. Para peserta menunjukkan kesiapan masing-masing dalam menghadapi tahapan penilaian yang menuntut ketelitian membaca serta pemahaman materi keagamaan secara mendalam.

Pembimbing kegiatan, Ardiansyah Rizki Fauji, S.Pd., menyampaikan bahwa MQK tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan keilmuan bagi pelajar madrasah. Menurutnya, kemampuan membaca kitab kuning perlu terus dilatih agar tradisi literasi Islam tetap terjaga di kalangan generasi muda.

“MQK memberikan ruang bagi siswa untuk belajar lebih serius dalam memahami kitab klasik. Selain melatih kemampuan membaca, kegiatan seperti ini juga membentuk ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian siswa dalam menyampaikan pemahaman mereka terhadap isi kitab,” ujarnya.

Salah satu peserta, Dika Maulana, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi tersebut. Ia merasa kegiatan MQK menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah motivasi belajar.

“Awalnya cukup tegang karena harus membaca dan menjelaskan isi kitab secara langsung, tetapi dari kegiatan ini saya jadi lebih termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan membaca kitab kuning,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Ibrahim yang menilai pelaksanaan MQK secara online tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti perlombaan. Menurutnya, suasana kompetisi tetap terasa dan mendorong peserta untuk tampil maksimal.

Partisipasi siswa dalam MQK Fiqih Nasional Online ini menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Sukabumi dalam menumbuhkan budaya belajar keislaman yang seimbang antara pemahaman teori dan penguatan tradisi literasi kitab klasik. Pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus mendalami ilmu agama secara berkelanjutan.

Kontributor : Ardiansyah

  1. TULISAN TERKAIT